Dengar DIA panggil nama saya…

Dengar DIA panggil nama mu….

Dengar DIA panggil nama saya…

Juga DIA panggil nama mu….

Lagu diatas adalah salah satu lagu dari sekian banyak lagu yang bertema mengenai “Panggilan TUHAN”. Seruan TUHAN berarti berbicara juga mengenai “Panggilan TUHAN” bagi umatNya.

Untuk dapat memahami panggilan TUHAN bagi kita umatNya, kita dapat mempelajari dari langkah-langkah berikut ini : Mengenali Panggilan TUHAN Panggilan Tuhan pasti datang melalui FirmanNya, namun kita bisa mendapatkan FirmanNya dari berbagai sumber. Pemberitaan Firman Tuhan yang kita dapatkan secara langsung digereja, melalui siaran televisi, melalui siaran radio, melalui buku rohani, bahkan melalui media sosial.

 

Ada hamba Tuhan yang terpanggil melalui penglihatan mimpi, dimana ia melihat kumpulan orang dari suku tertentu dan ternyata Tuhan mengirimkan hamba Tuhan tersebut ke pulau di suatu kota kecil dimana suku itu berada dan banyak orang dimenangkan di kota tersebut.

Ada juga hamba Tuhan yang “mendengar” panggilan Tuhan saat Tuhan berbicara mengingatkan dirinya akan pertolongan yang Tuhan berikan disaat ia masih kecil. Dimana salah satu Yayasan Kristen yang orang tua hamba Tuhan tersebut melayani telah menolong dengan memberikan dukungan besar secara rohani dan jasmani, hal itu membuat ia memutuskan untuk melayani Tuhan secara penuh waktu di yayasan Kristen tersebut. Tidak sedikit juga HT yang “mendengar” panggilan Tuhan ketika Ibadah KKR, setelah Firman Tuhan diberitakan dan saat “altar call” diserukan maka orang-orang yang terpanggil itu maju kedepan dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Mereka menjadi hamba Tuhan yang sangat giat didalam pelayanan mereka sampai saat ini, didalam pelayanan penggembalaan, pelayanan misi sampai pelayanan literatur telah mereka kerjakan dengan semaksimal mungkin untuk kemuliaan nama Tuhan.

Kuasa Tuhan sanggup bekerja melalui berbagai macam media untuk berbicara dan memanggil kehidupan kita. Mengimani Panggilan TUHAN Saat seseorang telah mengenali panggilan Tuhan yang sering terjadi adalah orang tersebut tidak yakin terhadap panggilan tersebut sehingga memerlukan “konfirmasi”. Banyak bentuk dari konfirmasi panggilan Tuhan, maka yang perlu dilakukan adalah mengkonfirmasi panggilan tersebut atau bisa dikatakan dengan mengimani panggilan Tuhan tersebut.

Roma 10:17 berkata “Iman datang dari mendengar Firman Kristus”, kalau kita hendak mengkonfimasi panggilan Tuhan cara paling ideal adalah dengan semakin mencintai Firman Tuhan sehingga timbul iman yang teguh. Iman dapat membawa kita yakin bahwa Tuhan akan menyertai kita dalam menjalankan panggilanNya. Penyertaan Tuhan dapat berupa kemampuan untuk melakukan pekerjaan Tuhan hingga pemeliharaan secara jasmani dan rohani.

Didalam Lukas 10:1-12 terdapat kisah Tuhan Yesus Kristus yang mengutus 70 puluh murid. 70 murid ini adalah murid-murid yang dapat bertahan mengikut Tuhan Yesus diluar dari 12 murid. Dikatakan dapat bertahan karena pada saat itu Tuhan Yesus tidak lagi berbicara tentang mujizat dalam mengikutiNya namun sudah berbicara mengenai penderitaan sebagai pengikutNya dan mereka tetap teguh mengikutiNya. Namun nats tersebut menjelaskan juga bahwa saat Tuhan Yesus mengutus 70 murid, maka Ia juga memperlengkapi kehidupan mereka. Memperlengkapi dengan bekal damai sejahtera (ay.5-6), bekal jasmani (ay.7-8), bekal kuasa kesembuhan (ay.9), sampai dengan bekal keteguhan hati diberikan Tuhan bagi utusanNya.

Meresponi Panggilan TUHAN Setelah kita mengenali bahkan mengimani panggilan Tuhan bagi kita, tibalah saatnya bagi kita untuk bertindak dengan meresponi panggilan itu. Didalam meresponi panggilan Tuhan yang paling utama harus kita lakukan adalah berserah sepenuhnya menerima panggilan Tuhan tersebut. Berserah bukan berarti hanya diam dan pasrah tidak melakukan apa-apa, namun kita mau memperbaiki kehidupan kita. Segala ikatan dosa yang masih menempel dan memberatkan kehidupan kita harus segera kita lepaskan! Seringkali Tuhan memanggil kehidupan kita disaat kita masih hidup dalam dosa. Disaat kita kehilangan arah justru disaat itu Tuhan menangkap kehidupan kita untuk menjadi alat bagi kemuliaanNya!

Berserah menerima panggilan Tuhan juga berarti kita mau mempersiapkan diri kita untuk terjun diladangNya. Mengasah talenta yang Tuhan berikan kepada kita adalah salah satu bentuk mempersiapkan diri. Tuhan mempercayakan talenta kepada kita semua, masing-masing menurut kesanggupan kita (Matius 25:15). Dengan dasar nats tersebut kita tidak mungkin lagi merasa iri hati kepada rekan-rekan Hamba Tuhan yang lain. Dengan talenta yang sudah Tuhan percayakan kita mau melayani ditempat yang Tuhan telah tentukan. Sama seperti talenta yang kita kerjakan dengan tekun akan menjadi berkembang, begitu juga kita mengerjakan suatu pelayanan dengan tekun seturut kehendak Tuhan maka hasilnya adalah Tuhan akan mempercayakan pekerjaanNya lebih dan lebih lagi untuk kemuliaanNya!

Setelah memahami “panggilan Tuhan” bagi kehidupan kita apalagi yang kita tunggu? Ladang-ladang telah menguning siap untuk dituai! Banyak pekerjaan Tuhan yang harus dikerjakan, dan sudah menjadi tugas kita sebagai hamba Tuhan untuk mengerjakannya. Jangan ragu lagi menjawab panggilan Tuhan, sehingga kita dapat bersama-sama menyanyikan lanjutan pujian diawal tadi sebagai jawaban kita atas seruan Tuhan….

“Kujawab ya...ya…ya…”

“Kujawab ya...ya…ya…”

“Kujawab ya Tuhan!”

“Kujawab ya Tuhan!”

“Kujawab ya...ya…ya…"

 

 

-AYK