Artikel

 
 
 
 
 

APAKAH INJIL ITU?. Para penginjil melaksanakan taraf pertama amanat Tuhan Yesus (Matius 28:19) Kalau tugas itu diuraikan, akan saudara lihat bahwa kata menjadikan mencakup dua fungsi: yaitu pemberitaan dan pelayanan. Saudara akan selalu memberitakan Injil yaitu tentang Yesus. Selanjutnya orang-orang yang ingin memperoleh keselamatan yang diberitakan itu akan dilayani dengan bahan tertentu. Penjelasan yang dibutuhkan dalam taraf pelayanan ini biasanya disebut Jalan Keselamatan. Ingatlah! Orang-orang berdosa sangat terbatas pengertiannya. Mereka belum dapat meresapkan ajaran-ajaran rohani, Jadi berita dan penjelasan Injil itu harus diberikan dengan sederhana sekali. Tidak boleh saudara menganggap bahwa seorang dewasa sanggup menangkap lebh dari pada yang dapat di mengerti oleh kanak-kanak (Matius 18:3). Dalam pelajaran ini saudara akan melihat apa yang harus diketahui tentang Injil yang menjadi dasar keselamatan.

INJIL YESUS KRISTUS. Rasul Paulus adalah contoh yang amat baik sebagai penginjil. Perhatikan sikapnya terhadap jemaat Korintus. Sewaktu ia memberitakan Injil – yang diutamakannya hanyalah inti yang penting saja, yaitu Yesus dan SalibNya (1 Korintus 2:1-5). Di kemudian hari ia merasa perlu meringkaskan kembali Injil itu (1 Korntus 15:1-4). Rupanya orang-orang percaya di Korintus itu tidak berbeda dengan orang-orang zaman modern yang ingin menambah-nambah dan meruwetkan hal-hal yang seharusnya sederhana. Mereka suka mencampuri dasar iman dengan nasehat-nasehat, ajaran-ajaran, dan tafsiran-tafsiran, sehingga Injil menjadi ruwet dan kabur. Rasul Paulus merasa perlu mengingatkan mereka untuk kembali kepada Injil yang sebenarnya. Telitilah ringkasan Injil dalam 1 Korintus pasal 15. Saudara akan menemui empat unsur. Dua diantaranya ialah mengenai Yesus dan karyaNya, dan dua mengenai pekerjaan Allah Bapa.

DUA HAL MENGENAI YESUS. 1. Siapakah Yesus itu? Pada zaman Yesus banyak orang yang mati tersalib. Menyalibkan merupakan cara pemerintah untuk membunuh penjahat. Kalau Yesus itu manusia biasa, tentu salib tersebut tidak akan sampai mempunyai kuasa menyelamatkan seseorang. Kuasa salib terletak pada pribadi Yesus yang mati padanya.

Perhatikanlah keistimewaan Yesus pada ayat ke-3. Ia disebut “Kristus”, yaitu "Mesias" atau "Pelepas."  Ia yang ditetapkan, diutus, dan diurapi Allah guna suatu tugas khusus pada salib itu (Filipi 2:5-11). Ia yang diberi gelar “Anak Allah” atau sesuai dengan nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama “Anak Manusia.” Tidak pernah ada seorang yang seperti Yesus. Ia mempunyai dua tabiat yang tergabung menjadi satu pribadi. Sebagai Anak Allah, Yesus mempunyai kuasa untuk mengerjakan keselamatan manusia pada salib itu. Sebagai anak manusia, Ia berhak mewakili manusia yang berdosa, sehingga mujizat pemersatu itu dapat diselesaikan. Dalam Surat Efesus kita membaca bahwa “Perseteruan kita dilenyapkan” karena “Ia merobohkan dinding penyekat....dalam penyerahan tubuh-Nya” (Efesus 2:14-16).

2. Apakah tugas Yesus itu? Banyak golongan agama ingin angkat suara inti. Luas atau batasnya peranan Yesus di dunia ini. Tetapi mereka semua itu keliru sama seperti orang-orang pada zaman Yesus (Matius 16:13.14). Saudara juga telah mendengar suara-suara tersebut: “Nabikah Dia? Gurukah Dia? Seorang Rajakah Dia?” Terhadap suara-suara yang keliru itu, saudara harus menjawab: “Mungkinkah seorang raja terbunuh ketika sedang mewartakan kerajaannya yang tak terkalahkan?” “Seorang gurukah, memakai perumpamaan untuk menjelaskan sesuatu supaya jangan murid-muridnya mengerti?” (Lukas 8:10). “Seorang nabikah, menonjolkan diri sebagai oknum yang layak disembah?”

Kalau Yesus bukan raja, nabi atau guru dalam tugas utama-Nya, apakah tugas sebenarnya? Tugas Yesus harus dilihat dari titik kemenangan-Nya. Ia menjadi manusia hanya dengan satu tujuan saja, yaitu untuk mati ganti kita pada kayu salib (Filipi 2:5-11). Fungsi-fungsi lainnya hanyalah merupakan pernyataan sifat dan kodrat-Nya. Mujizat-mujizat yang dibuat-Nya hanyalah merupakan hal-hal yang sekunder dalam menjalankan tugas-Nya sebagai Penebus Manusia.

Perhatikan bahwa didalam 1 Korintus 15:3,4 rasul Paulus menyebutkan hanya satu tugas Yesus yaitu – Disalibkan. Pertama dipakai gelar ‘Kristus’ bagi Yesus; kedua dijelaskan ‘Ia mati karena dosa’ Injil tidak ada sangkut pautnya dengan hal-hal lain.

DUA HAL MENGENAI PERANAN ALLAH BAPA. Dua pokok lain dalam nats tersebut di atas adalah perbuatan-perbuatan Allah untuk memeteraikan dan mensahkan salib Yesus sebagai Jalan Keselamatan yang benar. 1.Kebangkitan Yesus. Kadang-kadang Injil disebut ‘Injil Kebangkitan.’ Di kota Athena Paulus pernah memberitakan kebangkitan tubuh, tanpa menyebutkan salib (Kisah 17:22-34). Apakah hal itu merupakan suatu kelalaian dalam pelayanan Paulus? Tidak! Jikalau seorang tidak mau percaya akan Allah yang berkuasa membangkitkan tubuh Yesus maka tentu ia juga tidak akan menghargai berita tentang penyaliban Yesus. Penolakan terhadap yang satu berarti menolak kedua-duanya.

Kubur yang kosong adalah suatu bukti bahwa pengorbanan Yesus pada salib itu telah diterima oleh Tuhan Allah. Dengan membangkitkan tubuh Yesus, Allah telah mengumumkan kepada manusia bahwa hutang dosa manusia telah dilunasi. Karena kubur yang kosong telah menjadi suatu fakta dalam sejarah, dengan demikian saudara telah mempunyai pegangan untuk menolak segala bisikan iblis yang meremehkan karya Yesus pada salib. Kuasa kebangkitan adalah kuasa yang luar biasa. Yesus telah mengumumkan sebelumnya bahwa Ia memiliki kuasa itu (Yohanes 10:17,18), supaya murid-murid-Nya dapat dihiburkan serta dapat melihat bahwa segala sesuatu sungguh terjadi sesuai dengan apa yang Yesus telah katakan terlebih dahulu kepada mereka. 2.Setuju dengan nats Alkitab. Ini ditegaskan dua kali dalam nats kita. Paulus ingin supaya orang-orang Korintus mempunyai keyakinan yang kuat. Seolah-olah ia berkata: “Engkau herankah? Selidikilah Firman Tuhan sendiri dan lihatlah, karena segala-galanya telah dinubuatkan ratusan tahun yang lalu.”

Hal ini merupakan bukti kedua yang diberikan Tuhan Allah. Manusia tidak sanggup meramalkan sesuatu, hanya Allah yang tidak terbatas pada masa kini. Salib dan kebangkitan bukan peristiwa-peristiwa yang kebetulan saja. Melalui banyak nabi, Allah telah menyediakan bagi semua manusia suatu perincian peristiwa yang akan terjadi sehubungan dengan penyaliban Mesias itu. Maksud pernyataan tersebut ialah, supaya setiap orang boleh melihat, merasa heran dan takut akan Allah yang telah menguasai dunia sedemikian rupa, sampai Ia dapat menetapkan suatu rencana ratusan tahun sebelumnya. Saudara boleh percaya bahwa penyaliban tersebut adalah pekerjaan Allah sendiri, Tidak perlu saudara ragu-ragu tentang apakah salib itu mempunyai kuasa utuk menyelamatkan jiwa seseorang dari dosanya atau tidak.

RINGKASAN INJIL. Keempat unsur dari 1 Korintus 15:3,4 itu dapat diringkaskan sebagai berikut: “Yesus adalah Anak Allah, yang telah mengganti hukuman saya pada kayu salib. Ia telah disahkan menjadi penebus pribadi saya, dalam hal Allah sudah membangkitkan Dia dari kubur-Nya sesuai dengan isi Alkitab.” Dalam pelaksanaan tugas saudara sebagai pemberita Injil, perkara-perkara lain tidak terlalu penting. Kalau saudara rela membatasi diri pada Injil yang sederhana itu saja, tentu hasil penuaian saudara akan menjadi besar.

Ringkasan Injil di atas dapat dimanfaatkan juga oleh saudara dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali kita didatangi oleh orang-orang yang ingin menyajikan suatu ajaran atau corak penafsiran yang baru kepada kita.

Penyebab utama daripada kekerdilan dan tidak berbuahnya kehidupan saya ialah kelalaian saya untuk berdoa. Saya dapat menulis atau membaca atau bercakap-cakap atau mendengar dengan hati yang bersedia, tetapi berdoa adalah lebih rohaniah dan batiniah daripada sesuatu yang lain. Dan semakin rohaninya suatu tugas semakin pula hati saya yang duniawi ini akan menjauh daripadanya. Doa, kesabaran dan iman tak pernah mengecewakan. Sejak lama saya sudah mempelajari bahwa jika saya mau menjadi seorang pelayan Tuhan maka iman dan doalah yang harus menjadikan saya demikian. Bilamana saya dapat menemukan hati saya terbuka dan bebas untuk berdoa, maka segala sesuatu yang lain menjadi amat mudah bagi saya.

- Richard Newton-

Dapat dicatat sebagai tolok ukur rohani bahwa setiap pelayanan yang benar-benar berhasil, doa adalah suatu kekuatan nyata yang mengontrol; nyata dan mengontrol kehidupan hamba Tuhan yang bersangkutan; nyata dan mengontrol perkara-perkara rohani yang mendalam di dalam pekerjaannya. Suatu pelayanan mungkin menjadi satu pelayanan yang sangat peka tanpa doa. Pendeta sebagai seorang pengkhotbah dapat memperoleh nama dan populer tanpa doa; seluruh perputaran kehidupan dan pekerjaannya itu dapat berjalan tanpa doa, atau jika ada, mungkin hanya cukup untuk meminyaki sebuah gigi roda saja; tetapi tidak ada pelayanan yang menjadi satu pelayanan yang rohani yang menghasilkan kekudusan di dalam diri pengkhotbah dan jemaatnya, tanpa doa dijadikan satu kekuatan nyata yang mengontrol.

Seorang pengkhotbah yang berdoa sesungguhnya menempatkan Allah di didalam pekerjaannya. Allah tidak masuk ke dalam pekerjaan seorang pengkhotbah secara kebetulan atau tanpa syarat apa-apa, tetapi ia datang oleh karena doa dan desakan kuat dari pengkhotbah itu. Bahwa Allah akan dapat kita temui pada hari kita mencariNya dengan segenap hati, sungguh masih berlaku baik bagi pengkhotbah maupun bagi orang yang bertobat. Satu pelayanan yang penuh doa adalah pelayanan yang membawa pendeta itu ke dalam rasa simpati dengan sidangnya. Doa adalah sangat diperlukan sebagai penghubung baik untuk antara manusia dengan manusia maupun antara manusia dengan Allahnya. Satu pelayanan yang penuh doa adalah satu-satunya pelayanan yang memenuhi persyaratan untuk kedudukan yang tinggi dan tanggung jawab seorang pengkhotbah. Pelajaran di sekolah Alkitab, buku-buku teologia dan khotbah tidak dapat menjadikan seorang pengkhotbah, tetapi doa dapat. Amanat agung Tuhan Yesus bagi para rasul untuk berkhotbah adalah bagaikan lembaran kertas kosong, yang diisi pada hari Pentakosta yang diberikan karena doa. Seorang Hamba Tuhan yang penuh dengan doa telah melampaui wilayah kepopuleran, wilayah yang semata-mata masalah-masalah manusiawi atau duniawi belaka, wilayah yang hanya ingin terkenal di atas mimbar. Seorang hamba Tuhan yang penuh dengan doa sudah melewati wilayah organisasi Gerejani atau yang biasa-biasa saja ke dalam wilayah yang paling tinggi dan mulia; yaitu wilayah kerohanian. Kekudusan adalah buah daripada pekerjaannya. Hati yang berubah dan hidup yang memuliakan Allah adalah kenyataan daripada pekerjaannya, serta kesungguhan dan wataknya yang benar. Allah menyertai dia. Pelayannnya tidak dangkal saja. Ia sudah diperlengkpi dengan selengkap-lengkapnya, dan dididik sedalam-dalamnya dalam perkara-perkara Allah. Kerinduannya, persekutuannya yang dalam dengan Allah dan pergumulan rohnyaterhadap sidang jemaatnya telah memahkotai dia sebagai seorang pangeran di dalam perkara-perkara Allah. Kebekuan pekerjaannya yang hanya bersifat profesional saja telah lama dihancurkan karena ketekunan doanya.

Hasil-hasil yang dangkal dari sekian banyak pelayanan yang mati itu disebabkan karena kelalaian di dalam doa. Tidak ada pelayanan yang dapat berlangsung terus tanpa banyak berdoa. Dan doa ini harus merupakan dasar yang kuat, senantiasa dan bertambah-tambah. Kemudian, khotbah harus merupakan hasil daripada doanya. Pelajaran harus dimandikan ke dalam doa, Semua tugasnya harus dikandung di dalam doa, seluruh rohnya adalah roh doa. Seorang pilihan Allah menjelang kematiannya mengatakan, "Saya menyesal, karena saya hanya sedikit sekali berdoa." Bukankah ini suatu penyesalan yang menyedihkan dari seorang hamba Allah? "Saya menginginkan suatu kehidupan yang lebih benar, lebih dalam, dan lebih bersungguh-sungguh di dalam doa," kata almarhum Uskup Agung Tait. Kiranya kitapun semua dapat berkata demikian dan hal ini dapat kita peroleh karena doa.

Pengkhotbah-pengkhotbah sebagai hamba-hamba Allah yang benar dapat dibedakan dengan ciri khas yakni mereka adalah orang-orang yang suka berdoa. Sekalipun mungkin berbeda di dalam banyak hal, namun mereka selalu memiliki pusat yang sama. Mungkin mereka berangkat dati titik yang berbeda, dan berjalan melalui jalan yang bern=beda, tetapi mereka bertemu pada satu titik, yakni mereka satu di dalam doa. Bagi mereka Allah adalah pusat perhatian, dan doa adalah jalan yang menghantar mereka kepada Allah. Orang-orang ini tidak berdoa sambil lalu saja, atau sedikit saja pada saat-saat yang biasa, atau jika ada kesempatan saja, melainkan mereka berdoa sedemikian sehingga doa-doa mereka dapat memasuki dan membentuk watak mereka, Mereka begitu bersuungguh-sungguh berdoa sehingga hal itu memperngaruhi baik kehidupan mereka sendiri maupun kehodupan orang-orang lain. Merekapun berdoa sehingga membuat sejarah Gereja dan mempengaruhi aliran zaman. Mereka mengasingkan banyak waktu di dalam doa bukan oleh karena mereka sudah memberi tanda pada tanggalan, atau pada jadwalnya, tetapi oleh karenahal berdoa itu sudah menjadi suatu pekerjaan yang sangat penting bagi mereka dan yang sukar dilepaskan oleh mereka.

Berdoa bagi mereka adalah sama seperti bagi Paulus, yakni suatu perjuangan dan usaha jiwa yang sungguh-sungguh, sama seperti bagi Yakobus, doa adalah suatu pergumulan dan kemenangan, Sama seperti bagi Kristus, "Berdoa dengan mencucurkan air mata," mereka "Berdoa setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jaga dalam doa permohonan yang tak putus-putusnya." "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya," telah menjadi senjata yang paling ampuh bagi prajurit Kristus yang berkuasa. Pernyataan yang diberikan mengenai Elia, bahwa "Ia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun enam bulan, lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya," termasuk smeua nabi dan pengkhotbah yang telah menggrakkan suatu keturunan mereka bagi Allah, dan menunjukkan alat yang mereka pakai di dalam mengerjakan mujizat-mujizat mereka.

Sementara banyak doa pribadi untuk perkara yang biasa, harus pendek saja; sementara doa-doa di depan umum sesuai dengan peraturan harus singkat dan ringkas; sementara masih ada waktu dan tempat untuk berdoa dan berseru-namun di dalam hubungan pribadi kita dengan Allah, waktu adalah satu hal yang sangat penting untuk menentukan nilainya. Banyak waktu yang dipakai dalam hubungan dengan Allah adalah rahasia daripada doa yang berhasil. Doa yang dirasakan sebagai satu kekuatan yang mahakuasa, adalah hasil langsung atau tidak langsung daripada banyaknya waktu yang diasingkan bersama Allah. Doa kemenangan yang singkat tidak dapat didoakan oleh seorang yang belum memperoleh kemenangan bersama Allah di dalam suatu pergumulan besar yang terus menerus. Kemenangan iman Yakub tidak dapat diperoleh tanpa berguml semalam-malaman. Perkenalan dengan Allah tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa saja. Ia tidak menganugerahkan berkat-berkatNya kepada orang yang hanya sambil lalu atau orang yang tergesa-gesa datang dan pergi. Mengasingkan banyak waktu bersama Allah adalah rahasia pengenalan kepadaNya dan pengaruh bersamaNya. Ia menyerah kepada ketekunan iman orang yang mengenal Dia. Ia menganugerahkan kekayaan anugerahNya ke atas orang yang menyatakan keinginan meraka akan karunia-karunia itu dan menghargainya dengan bertekun dan bersungguh-sungguh dalam kesukaran mereka. Kristus, baik dalam hal ini maupun dalam hal-hal lain, adalah teladan kita, yang memakai banyak waktu sepanjang malam di dalam doa. KebiasaanNya ialah untuk banyak berdoa. Ia mempunyai tempat yang biasa untuk berdoa. Banyak waktu dalam berdoa telah mengisi sejarah hidup dan watakNya. Paulus berdoa siang dan malam. Daniel telah menyisihkan waktunya yang sangat penting untuk berdoa tiga kali sehari. Doa Daud pada pagi hari, siang hari dan malam hari tidak diragukan lagi telah mengeluarkan banyak waktu yang sangat panjang; sekalipun kita tidak mempunyai perhitungan yang tepat dari jumlah waktu orang-orang saleh Tuhan dalam Alkitab ini yang dipakai dalam berdoa, namun bukti-bukti ada bahwa mereka memakai banyak waktu di dalam doa dan waktu doa yang panjang merupakan kebiasaan mereka.

Janganlah kita berpikir bahwa nilai doa-doa mereka dapat kita ukur dengan waktu, tetapi tujuan kami adalah untuk menekankan pada pikiran tentang perlunya kita mengasingkan banyak waktu bersama Allah; dan bahwa jikalau hal yang sangat penting ini belum dihasilkan oleh iman kita, maka kita masih lemah dan dangkal.

Orang-orang yang sudah sepenuhnya mewujudkan Kristus di dalam watak mereka, dan dengan penuh kuasa telah mempengaruhi dunia ini bagi Dia, adalah orang-orang yang telah mengasingkan banyak waktu bersama Allah. Mereka menjadikan hal itu sesuatu yang sangat penting di dalam hidup mereka. Charles Simeon telah mempersembahkan waktunya dari jam empat sampaijam delapan pagi bagi Allah. John Wesley menghabiskan waktu dua jam dalam sehari di dalam doa. Ia mulai pada jam empat pagi. Tentang dia, seorang yang telah mengenalnya dengan baik menulis: "Ia menganggap berdoa adalah pekerjaannya yang lebih utama daripadahal-hal yang lain, dan saya pernah melihatnya keluar dari bilik doanya dengan muka yang berseri-seri hampir bercahaya." John Fletcher mewarnai dinding-dinding kamarnya oleh nafas-nafas doanya. Ada kalanya ia berdoa semalam-malaman, dan selalu dengan bersungguh-sungguh. Seluruh kehidupannya adalah kehidupan doa. "Saya tidak akan bangkit dari kursiku, tanpa terlebih dahulu ,engangkat hatiku kepada Allah," katanya. Salamnya kepada seorang sahabat selalu, "Berjumpakah kita sedang dalam doa?" Luther berkata: "JIkalau saya gagal untuk mengasingkan waktu selama dua jam di dalam doa setiap pagi hari, maka Iblis mendapat kemenangan sepanjang hari itu. Sekalipun saya mempunyai banyak sekali pekerjaan, namun saya tidak memulainya tanpa lebih dulu mengasingkan waktu tiga jam setiap hari di dalam doa." Ia mempunyai satu semboyan: "Ia yang telah berdoa dengan baik, telah belajar dengan baik."

   Uskup Agung Leighton banyak sekali mengasingkan diri bersama Allah sehingga seakan-akan ia ada dalam keadaan bermeditasi terus menerus. "Doa dan puji-pujian adalah pekerjaannya dan kesukaannya," demikian kata penulis biografinya. Uskup Ken banyak sekali mengasingkan waktunya bersama Allah sehingga orang mengatakan jiwanya menyukakan Allah. Ia sudah bersama-sama dengan Allah sebelum loncengnya berbunyi pada pukul tiga dini hari. Uskup Asbury mengatakan, "Saya berniat sedapat mungkin untuk bangun pada jam empat dan mengasingkan waktu dua jam untuk doa dan renungan." Samuel Rutherford , yang harum kesalehannya tetap semerbak, bangun jam tiga dini hari untuk berjumpa dengan Allah di dalam doa. Josep Alleine bangun pada jam empat pagi untuk pekerjaan doanya sampai jam delapan pagi. Jikalau ia mendengar orang-orang lain telah bekerja sebelum ia bangun, ia akan berseru: "Oh, betapa hal ini memalukan saya!" Bukankah Tuan saya patut menerima lebih banyak daripada tuan mereka?" Ia adalah orang yang telah mempelajari usaha ini sebaik-baiknya, dan mewujudkan dalam kehendaknya, pada penglihatannya, dan mengalami bahwa bank Sorga terbuka baginya.

Salah seorang pendeta Skotlandia yang saleh dan berbakat mengatakan: "Saya sepatutnya menyisihkan waktu-waktu saya yang terbaik dalam persekutuan dengan Allah. Ini adalah suatu usaha saya yang paling mulia dan yang paling memberi buah, dan hal ini sama sekali tidak dapat dikesampingkan. Pagi hari dari jam enam sampai jam delapan adalah waktu-waktu yang paling jarang diganggu orang, dan patut untuk dipakai dalam doa. Sore hari sesudah minum teh adalah jam saya yang terbaik, dan jam itu juga patut dengan hikmat saya persembahkan kepada Allah. Saya juga tidak menghilangkan kebiasaan lama yang baik untuk berdoa sebelum tidur, tetapi saya harus berjaga-jaga daripada ketiduran. Apabila saya terbangun di tengah malam, saya harus bangkit dan berdoa. Sedikit waktu sesudah makan pagi dapat dipakai untuk doa syafaat." Ini adalah rencana doa dari Robert Murray McCheyne. Kelompok Methodist yang patut dikenang dalam doa mereka sungguh memberi malu kita. "Dari jam empat atau jam lima pagi, doa pribadi; dari jam lima sampai jam enam sore, doa pribadi."

John Welch, seorang pendeta Skotlandia yang saleh dan ternama, merasa harinya sudah berlalu dengan sia-sia jika ia tidak mengasingkan waktunya delapan atau sepuluh jam untuk berdoa. Ia menyediakan selembar selimut, supaya ia dapat membungkus tubuhnya, bilamana ia bangun untuk berdoa pada malam hari. Isterinya mengeluh bila ia melihat suaminya tersungkur di lantai dan menangis. Lalu ia menjawab: "Oh, istriku, ada tiga ribu jiwa yang harus saya pertanggungjawabkan, dan saya tidak mengetahui bagaimana kebanyakan dari mereka."

Uskup Wilson mengatakan: "Di dalam buku harian Henry Martyn, roh berdoa, waktu yang diasingkan untuk kewajiban itu dan kegairahannya di dala, hal itu, adalah hal pertama yang memukulku."

Payson melubangi papan lantai yang keras oleh lututnya yang menekan sedemikian seringnya dan sedemikian lamanya dalam berdoa. Penulis biografinya mengatakan: "Ketekunannya di dalam berdoa dalam keadaan apapun adalah bukti yang menarik perhatian dalam sejarah hidupnya, dan menunjukkan kewajiban semua orang yang ingin menyaingi keistimewaannya. Dengan tak disangsikan lagi bahwa suksesnya yang besar itu bersumber pada doanya yang tekun dan bernyala-nyala."

Marquis DeRenty, baginya Kristus adalah yang terindah, menyuruh pelayannya untuk memanggil dia dari kamar doanya setengah jam sesudah ia mulai. Pada saat yang ditentukan itu pelayannya melihat wajah Marquis dari lobang kunci pintunya. Wajah tuannya itu kelihatan berseri-seri peuh kesucian sehingga ia tidak mau membangunkannya. Bibirnya bergerak-gerak, tetapi ia sama seklai tidak bersuara. Pelayan itu menunggu sampai tiga setengah jam sudah lewat; kemudian pelayan itu memanggil dia. Ia bangkit dari berlutut dan berkata kepada pelayannya bahwa stengah jam sungguh waktu yang terlalu singkat untuk bersekutu dengan Kristus.

Brainerd mengatakan: " Saya rindu sekali untuk sendirian di dalam gubukku, di mana saya dapat mempergunakan lebih banyak waktu untuk berdoa."

William Bramwell adalah seorang yang terkenal dalam sejarah Methodist karena kesucian pribadinya karena kesuksesannya yang luar biasa di dalam khotbahnya, dan karena jawaban yang ajaib terhadap doa-doanya. Ia berdoa berjam-jam lamanya. Hampir-hampir saja ia hidup di atas lutunya. Ia mellakukan kunjungan kelilingnya seperti nyala api. Api itu dikobarkan oleh waktu yang ia pakai dalam doanya. Sering ia mengasingkan waktu empat jam seklaigus untuk berdoa sendirian.

Uskup Andrewes menyisihkan bagian waktu yang paling besar selama lima jam setiap hari dalam doa dan penyembahan pribadi.

Sir Henry Havelock selalu memakai dua jam permulaan setiap hari untuk menyendiri bersama Allah. Jika perkemahan akan dibongkar pada jam enam, maka ia akan bangun pada jam empat.

Earl Cairns bangun pada jam enam setiap hari dan mulai dengan satu setengah jam untuk mempelajari Alkitab dan berdoa, sebelum ia memimpin kebaktian keluarga pada jam delapan kurang seperempat.

Keberhasilan Dr. Judson dalam pekerjaan Allah sebagai utusan Injil bersumber pada kenyataan bahwa ia memberi banyak waktu untuk berdoa. Mengenai hal ini ia menyatakan: "Aturlah urusan-urusan saudara sedemikian rupa supaya saudara dapat dengan mudah mempersembahkan dua atau tiga jam setiap hari, bukan saja semata-mata untuk latihan penyembahan pribadi saudara, tetapi khusus untuk latihan doa dan persekutuan saudara dengan Allah. Berusahalah tujuh kali sehari untuk berhenti dari esibukan-kesibukan saudara dan naikkanlah jiwa saudara kepada Allah di dalam bilik pribadi saudara. Mulailah hari itu dengan bangun sesudah tengah malam dan lakukanlah penyembahan pribadi beberapa kali dalam kesunyian dan kegelapan malamuntuk rahasia pekerjaan ini. Lakukanlah pula hal yang sama sebelum fajar menyingsing. Biarlah pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga, jam enam dan jam sembilan malam untuk berdoa. Hendaklah saudara berteguh hati dalam hal ini demi kepentingan Allah. Korbankanlah setiap hal yang lain supaya saudara dapat mempertahankan hal ini. Sadarlah bahwa waktu saudara sangat singkat dan bahwa pekerjaan dan usaha-usaha lahiriah jangan sampai merampas saudara dari Allahmu."

Mustahil! Kata kita. Itu adalah petunjuk-petunjuk yang fanatik! Dr. Judson telah menggerakkan sebuah kerajaan bagi Kristus dan telah meletakkan dasar-dasar Kerajaan Allah dengan batu granit yang tidak dapat musnah di dalm hati orang-orang Burma. Ia telah berhasil, ia adalah salah seorang dari sekian orang yang berkuasa menggerakkan dunia bagi Kristus. Banyak orang dengan karunia-karunia yang lebih besar, lebih pandai dan lebih terdidik daripada dia tidak memberi kesan seperti ini; pekerjaan keagamaan mereka seperti tapak-tapak kaki di pasir yang segera lenyap tetapi ia telah mengukir pekerjaannya pada hati orang-orang yang tak luluh. Rahasia kekuatannya dan pekerjaannya yang tahan lama itu ialah terdapat pada kenyataan bahwa ia memberi banyak waktu untuk berdoa. Ia menjaga kehangatan besi tempaan itu dengan doa, dan hikmat Allah menempanya dengan kuasa yang terus menerus. Tidak ada seorangpun yang dapat melakukan pekerjaan yang besar bagi Allah yang dengan terus menerus, jikalau bukan seorang yang peminta doa, dan tidak ada seorang yang dapat menjadi seorang peminta doa, yang tidak memberikan banyak waktunya untuk berdoa.

Benarkah bahwa doa itu semata-mata merupakan kebiasaan saja. Sesuatu yang tak menarik dan sesuatu yang mekanis saja? Benarkah bahwa doa itu hanyalah suatu pekerjaan yang tak penting, untuk mana kita dilatih sehingga kelemahan, kependekan dan kadangkala menjadi unsur-unsur utama? "Benarkah bahwa doa itu seperti apa yang disangka orang, hanya merupakan sekedar permainan perasaan yang mengalir dengan lemahnya melalui angan-angan semu bermenit-menit atau berjam-jam?" kata Canon Liddon. Kemudian ia meneruskan, "Biarlah mereka yang sudah sungguh-sungguh berdoa memberi jawabannya. Mereka sering melukiskan doa itu dengan contoh Yakub yang bergumul dengan suatu kuasa yang tak kelihatan dengan dahsyat sepanjang malam hingga menjelang fajar. Seringkali mereka menunjukkan pada doa syafaat, umumnya dengan doa rasul Paulus sebagai pergumulan bersama. Pada waktu berdoa maka mata mereka tertuju kepada Pengantara Agung di Getsemani, kepada cucuran darahNya yang jatuh ke tanah; dalam penderitaan dan pengorbananNya yang hebat. Dorongan adalah pokok doa yang berhasil. Dorongan bukan berarti impian, melainkan pekerjaan yang terus menerus. Melalui doa yang khusus, kerajaan Sorga akan mengalami penyerangan dan penyerangan itu adalah dengan kuasa." Tentang Uskup Hamilton, dikatakan, "Seorang tidak akan berhasil dalam doa, jika ia tidak mulai melihat hal itu dalam terang suatu pekerjaan yang harus dipersiapkan dan dilangsungkan dengan segala kesungguhan hati, yang ditujukan kepada hal-hal yang kita anggap paling menarik dan paling perlu."

(Kuasa karena Doa by E.M.Bounds)

Apa ?

Mengapa ?

Bagaimana ?

“Yesus pegang erat tanganku, kutak dapat hidup diluar kasihMu. Bapa jangan tinggalkan aku, Engkau alasan slama kuhidup…..”

Teks diatas adalah kutipan lagu dari seorang anak Tuhan yang memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan. Orang tersebut adalah seorang penyanyi rohani yang memiliki masa lalu yang buruk, hingga pada suatu titik Tuhan menangkapnya dan Ia menjadi pelayan Tuhan yang setia. Ia menciptakan berbagai judul lagu rohani yang telah memberkati banyak umat Tuhan

Namun ditengah pengikutan dan pelayanannya kepada Tuhan tiba-tiba Ia divonis mengidap penyakit yang langka. Penyakit langka ini diidapnya selama 4 tahun, dan disaat itulah merupakan saat yang terkelam dalam hidupnya. Rasa sakit yang menyiksa sampai biaya pengobatan yang sangat besar selalu membayang-bayangi hidunya saat itu. Namun justru disaat itulah Jacqlien benar-benar mengalami Tuhan lebih lagi, Tuhan yang menyertai dia dan memberikan kekuatan padanya bahkan sampai ia bisa mampu melewati semuanya. Tuhan berkemurahan memberikan mujizat kesembuhan bagi Jacqlien Celosse, dan sampai saat ini ia masih setia melayani Tuhan.

Seorang Jacqlien Celosse telah memiliki pengalaman Berjalan Bersama Yesus, bagaimana dengan kita? Apakah kita mau Berjalan Bersama Yesus? Kalau jawabannya adalah “iya” maka kita harus mengetahui terlebih dahulu mengapa kita perlu Berjalan Bersama Yesus?

- Manusia menerima anugerah

- Manusia memiliki kehendak bebas

- Manusia memiliki keterbatasan

- Manusia tidak mampu berjalan sendiri tanpa TUHAN.

Didalam Alkitab kita mendapati begitu banyak tokoh-tokoh Alkitab yang walaupun mempunyai kekuatan, kekuasaan dan kedudukan tinggi tetapi pada akhirnya berada pada titik keterbatasan/ketidakmampuan. Pada saat itulah mereka melibatkan Tuhan untuk berada dalam kehidupan mereka.

Saat Musa diberikan kepercayaan untuk memimpin bangsa Israel dipadang gurun, Musa menunjukkan sikap kebergantungan penuh kepada Allah (Keluaran 33:15 (TB) Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.) Tuhan sangat mengasihi bangsaNya dan Musa sangat menyadari betapa pentingnya bimbingan Tuhan bagi bangsa Israel, bahkan saat itu Tuhan memerintahkan Musa untuk membangun tempat kediamanNya yaitu Tabernakel. Dengan kehadiran Allah ditengah-tengah bangsa Israel maka semakin nyata bimbingan dan penyertaan Allah, sehingga mereka bisa hidup sebagai bangsa yang teratur didalam hukum-hukum Allah. Ketergantungan bangsa Israel ini tidak berhenti dibawah kepemimpinan Musa saja namun saat penerusnya yaitu Yosua bangsa ini juga sangat bergantung kepada penyertaan Tuhan, (Yosua 1:5 (TB) Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.) sehingga mereka dapat memenangkan peperangan demi peperangan!

- Manusia memiliki jaminan yang pasti bersama TUHAN.

Selain karena ketidakmampuan manusia berjalan tanpa penyertaan Tuhan, alasan lain mengapa kita harus berjalan bersama Yesus adalah ada suatu jaminan yang pasti didalam janji FirmanNYA :

- Janji Keberhasilan

Dikatakan di Alkitab bahwa segala yang dilakukan oleh Yusuf dibuat oleh TUHAN berhasil, karena TUHAN menyertainya. Hal itu tidak hanya terjadi sekali namun perjalanan bersama TUHAN dialaminya mulai dari Yusuf sejak anak-anak sampai menjadi Penguasa atas Mesir.

- Janji Kemenangan

o Mazmur 23:4 (TB) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

o 2 Tawarikh 32:8 (TB) Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita." Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali.

Baik Raja Daud maupun raja Hizkia sama-sama memiliki pengalaman berjalan bersama TUHAN. Khususnya raja Daud tidak diragukan lagi berapa banyak pertolongan TUHAN yang sudah dialaminya. Mulai sejak muda ia mengalahkan Goliath sampai ia menaklukkan kota-kota dan bangsa-bangsa!

- Janji Penyertaan Sempurna

o Matius 1:23 (TB) "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita.

o Matius 28:20 (TB) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Pribadi yang paling tepat dan paling sempurna untuk menyertai kita hanyalah Tuhan Yesus Kristus. NamaNya sendiri mengandung arti Imanuel-Allah menyertai kita, bahkan janji penyertaanNya tidak hanya berlaku di masa lalu namun juga masa kini bahkan masa depan….sempurna!

Saat kita telah menyadari betapa pentingnya berjalan bersama Yesus, maka hal berikutnya adalah kita harus mengetahui bagaimana cara untuk bisa berjalan bersama Yesus.

Bagaimana?

- Berjalan bersama Yesus = Berjalan beriringan tidak mendahului

o Ulangan 31:6 (TB) Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

o

- Berjalan bersama Yesus = berjalan dengan kendali Tuhan, Tuhan yang memegang kita bukan sebaliknya

o Yesaya 41:10 (TB) janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

o Ulangan 31:8 (TB) Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."

o Mazmur 37:23-24 (TB) TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Apabila kita mengatakan bahwa kita berjalan bersama Yesus berarti disaat itu kita mau menyerahkan seluruh hidup kita sepenuhnya dibawah kendali Yesus. Sama seperti orang tua yang menuntun anaknya, orang tua tersebutlah yang memegang tangan dari anaknya. Apabila anak tersebut yang memegang tangan orang tuanya maka disaat anak itu terjatuh maka orang tuanya tidak akan dapat menahannya, apabila anak itu ingin menuju kesuatu tempat yang menurutnya lebih menarik maka dengan mudah anak itu dapat melepas tangan orang tuanya dan pergi ketempat yang diinginkan. Kita manusia sama seperti anak kecil itu, apabila kita yang memegang tangan Tuhan maka saat kita menghadapi percobaan kita akan sangat mudah terjatuh dan saat kita menghadapi godaan dosa kita akan dengan mudahnya justru mendekati godaan dosa tersebut. Namun semua hal itu tidak akan terjadi kalau kita mau Tuhan yang memegang tangan kita!

- Berjalan bersama Yesus = berjalan dengan tujuan yang ditentukan Tuhan

o Yohanes 14:3 (TB) Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Saat kita berjalan bersama Yesus sesungguhnya tidak ada yang perlu kita khawatirkan mengenai masa depan kita. PenyertaanNya yang sempurna memberikan jaminan pasti masa kini sampai masa yang akan datang. Sesuai janji FirmanNya kita pada saatNya nanti kita akan berada ditempat Ia berada dalam kekekalan yang mulia yaitu Kerajaan Sorga. Seperti halnya dengan lagu hymne Kristen yang telah ditulis pada tahun 1951 oleh Elmo Mercer berjudul “Tiap Langkahku”. Lagu tersebut menceritakan perjalanan manusia yang mengalami penyertaan Tuhan mulai dari bangsa Israel sampai kepada masa kini dan masa yang akan datang. Pastikan hidup kita saat ini sedang dan selalu Berjalan Bersama YESUS!

”Tiap langkahku

Ku tahu yang Tuhan pimpin

Ke tempat tinggi ku dihantarNya

Hingga sekali nanti aku tiba

Di rumah Bapa, sorga yang baka”

 

 

 

 

PENGINJILAN DAN PELAYANAN PRIBADI

W. Stanley Heath

 

PELAJARAN 1

MEMPERSIAPKAN DIRI MENJADI PENGINJIL PRIBADI

Telah banyak digunakan dalam usaha mengajak orang percaya untuk terjun ke dalam pekerjaan penginjilan pribadi seperti: Menegaskan bahwa penginjilan adalah suatu tugas dan perintah dari Tuhan Yesus. Pembentukan regu-regu yang berlomba-lomba mencari jiwa dengan disediakan hadiah-hadiah bagi regu pemenang. Diajarkan bahwa usaha mencari jiwa akan menambah pahala di sorga.

Bagaimana pendapat saudara? Tepatkah semua pendorong yang diajukan di atas? Tidak! Hanya satu saja yang sesuai dengan Firman Tuhan, yaitu dorongan Kasih. II Korintus 5 berbunyi: "Karena kasih Kristus menggerakkan hati kami ... dan sudah menanggung ke atas kami kabar perdamaian itu. Sebab itu kami menjadi utusan bagi pihak Kristus." (ayat 14, 19, 20)

Kalau saudara pergi mencari jiwa-jiwa yang sesat dengan dorongan yang lain dari Kasih Kristus, maka sikap saudara terhadap orang yang cukup waktu dan dengan tenang merenungkan sengsara Yesus pada salib, dan merenungkan keadaan manusia yang belum percaya kepadaNya, pasti dengan segera saudara akan tergerak oleh kasih itu untuk pergi. Siapakah, yang walaupun hanya memiliki sedikit kasih akan dengan sadar membiarkan teman-temannya menuju ke kebinasaan? Tentu semua akan diajak untuk melarikan diri ke tempat yang aman, bukan?

Apa sebabnya peristiwa penyaliban Yesus harus direnungkan sedalam-dalamnya sebagai penggerak kasih? Apakah hal ini suatu disiplin psikologis untuk membangkitkan perasaan? Tidak! Perasaan hanya akan bertahan sesaat saja, lalu menghilang. Pengetahuanlah yang akan bertahan lama sebagai pembangkitan Kasih. Sebabnya dapat kita lihat dalam ayat yang berikut ini.

"Kasih Kristus itu menggerakkan kami ... sebab kami yakin seseorang telah mati karena orang sekalian" (II Korintus 5:14).

Demikianlah hubungan antara pengetahuan ("YAKIN") dan penggerak kasih. Dan pengetahuan itu tidak akan datang melalui khayal, melainkan telah disediakan bagi saudara di dalam Alkitab. Selidikilah nats-nats dasar dalam pelajaran ini, yakni II Korintus 5:11-20. Nats itu merupakan dasar pengetahuan saudara mengenai rencana Allah dan peranan saudara dalam pemberitaan Injil Yesus. Kiranya dengan merenungkannya, saudara akan tergerak untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan Yesus, Juru Selamat saudara.

Tetapi Tuhan Allah tidak akan memberikan tugas tersebut tanpa adanya kerelaan dari saudara sendiri. Panggilan terhadap nabi Yesaya merupakan contoh baik dari sikap terhadap panggilan Allah itu. Allah bertanya: "...Siapakah akan menjadi utusanKu?" Maka jawabanku: "Suruhkanlah aku" (Yesaya 6:8).

 

A. KEINSYAFAN AKAN RENCANA ALLAH BAGI SAUDARA

1. Keadaan manusia yang belum percaya kepada Yesus

Manusia berkeadaan "mati dalam dosa" (Efesus2:1). Arti dari ucapan itu dapat saudara lihat dalam Yesaya 59:2, yaitu bahwa dosa telah menceraikan manusia dari pada Allah. Dengan kata lain, manusia dalam keadaan terpisah dari Allah yang adalah sumber kehidupan satu-satunya.

Yesus melukiskan keadaan itu dalam Injil Yohanes 15. Dalam perumpamaan "Pokok Anggur yang Benar" itu terlihat bilamana seseorang mempunyai hubungan dengan Yesus, barulah ia memiliki hidup. Kalau hubungan tersebut putus, ia menjadi kering serta tidak berguna bagi pemilik kebun (bandingkan I Yohanes 5:11,12).

a. Beberapa sifat dan sikap manusia

Tentu saja manusia yang berada di luar persekutuan dengan Allah memiliki sifat-sifat dan kelakuan-kelakuan yang najis; dan tentu juga bahwa Tuhan Allah akan menentukan beberapa batas kesanggupan bagi mereka. Sebagai perincian dari sifat-sifat tersebut perhatikanlah pernyataan-pernyataan Tuhan yang berikut. Dan bila saudara belum melihat persesuaian antara penjelasan ini dengan pengalaman saudara dalam pergaulan sehari-hari periksalah diri saudara. Mungkin saudara masih mempunyai cita-cita dan sentimen-sentimen yang mengelabuhi pengertian saudara yang seharusnya.

1) Orang berdosa gemar melakukan yang jahat

Mereka memberontak, melanggar setiap pernyataan dan kehendak Allah; malah mereka demikian bermusuhan dengan Allah, sehingga sering membenci orang-orang yang memihak Yesus (Efesus 2:1-3; Matius 10:16-24; Yohanes 15:18-21).

2) Mereka belum mempunyai pancaindra rohani

Mereka tidak dapat melihat ataupun mengerti perkara-perkara rohani (Yohanes 3:3, I Korintus 2:14) sehingga Injil Yesus merupakan suatu kebodohan kepadanya (I Korintus 1:23). Si Iblis telah turut terlibat dalam hal ini membuat pemikiran mereka lebih kacau lagi (II Korintus 4:4), tetapi manusia tetap menganggap dirinya cerdas (Roma 1:22). Karena mereka memiliki hati yang bejat dan kehendak yang telah menyeleweng, orang-orang berdosa lebih menyukai kegelapan tersebut; bahkan menikmatinya sehingga mereka sering menolak sumber terang yang satu-satunya itu, yakni Yesus Kristus (Yohanes 1:4, 5, 9-11; 3:19-21).

3) Sia-sialah segala usaha, amal dan kebenaran dirinya

Semua jalan keagamaan yang ditempuhnya ternyata buntu (Efesus 2:8, 9, Roma 3:20). Sama seperti nenek moyang kita telah menukarkan Allah yang benar dengan patung-patung berhala buatan tangannya (Roma 1:23), orang-orang berdosa sibuk menciptakan agama yang sesuai dengan keinginannya sendiri.

Hai saudara, semua keterangan ini agak berat untuk diterimanya, bukan? Berdoalah sejenak, ucapkanlah terima kasih kepada Yesus yang telah memindahkan saudara keluar dari lumpur kecemaran yang sama dengan orang-orang berdosa yang lain itu. Sungguh hidup baru dalam Yesus itu ringan, tetapi tidak ringan bagi Yesus - Ia harus disiksa untuk melepaskan saudara dari siksaan yang seharusnya ditanggung oleh saudara.

b. Kasih Allah dinyatakan kepada seluruh manusia

Meskipun setiap bagian dari hidup manusia itu merosot serta segala perbuatannya najis, Tuhan tetap menganugerahkan dua pernyataan kasih untuk mendorong manusia kepada kesadaran dan kepercayaan. Selama hubungan dengan Yesus ini belum tercapai, seseorang tidak akan pernah puas bahkan akan tetap gelisah.

Yang pertama, bahwa setiap orang yang belum memperoleh keselamatan dalam Yesus akan merasakan suatu kekosongan dalam dirinya. Kekosongan yang seharusnya menjadi tempat kediaman Roh Yesus. Kekosongan itulah yang telah menggerakkan manusia untuk mencari-cari melalui macam-macam agama, tetapi keagamaan ternyata tidak memberi kepuasan.

Yang kedua, adalah "hati kecil." Fungsi hati kecil menjadi jelas bagi kita dalam Yohanes 16:8. Rohulkudus selalu memakai hati kecil untuk membangunkan kesadaran seseorang bahwa ia telah berbuat dosa. Selain menempelak, suara hati inilah yang akan memeteraikan kebenaran Firman Allah kepadanya supaya ia boleh memperoleh keselamatan. Akan tetapi jikalau tidak ada seorangpun memberitakan Firman itu kepadanya, maka tidak ada bahan yang bersifat kekal untuk disetujui oleh hati kecil itu.

2. Penyaliban Yesus perlu diberitakan

Kita yang percaya mengetahui bahwa segala sesuatu yang mustahil bagi orang berdosa telah dilaksanakan oleh Yesus. Orang yang najis sekalipun dapat dilepaskan dari hukuman maut melalui iman kepada Yesus Kristus. Yesus telah menggenapkan semua syarat yang dari Tuhan Allah kita. Di dalam Yesus setiap orang dapat memperoleh penebusan dan keselamatan.

Bacalah surat Roma 10:13-15. Jelas bahwa semua usaha dan pekerjaan Yesus pada salib menjadi sia-sia kalau orang berdosa tidak mengetahui tentang jalan kelepasan itu. Jikalau mereka dibiarkan saja meraba-raba dalam dunia yang gelap ini, pastilah mereka akan sesat sampai mati, lalu binasa. Mereka membutuhkan orang lain, yang dapat memegang tangan mereka dan mengantarnya kepada Yesus.

Tetapi siapakah orang itu yang akan memperkenalkan mereka kepada Kristus? Apakah setiap orang layak memangku jabatan yang luhur itu? Bukankah tugas itu sedemikian mulia, sehingga Tuhan hanya memilih petugas-petugas tertentu saja untuk melaksanakannya? Tidak demikian, saudara! Kalau Tuhan harus menunggu orang yang cukup layak dan suci, Injil tidak akan sampai terberitakan. Hanya Yesuslah orang yang layak dan suci. Yesuslah Penebus! Kita hanya alat pemberita saja.

Saudara boleh memberitahu jalan keselamatan itu. Sebab Tuhan Allah tidak melarang seorangpun dari anak-anakNya untuk menikmati sukacita sebagai pemberita Injil. Kita mempunyai contoh yang baik dalam Alkitab. Perhatikan Kisah Para Rasul 8:1-4. Siapakah orang-orang yang melarikan diri dari kota Yerusalem? Mereka adalah anggota-anggota biasa dari jemaat pertama itu. Perhatikan ayat 1: "kecuali rasul-rasul saja." Siapakah yang memberitakan kabar kesukaan itu? "sekalian orang yang terpecah-pecah itu" (ayat 4). yang memberitakan Injil Kabar Kesukaan di Yudea dan Samaria adalah semua orang percaya, kecuali petugas-petugas istimewa. Mungkin orang-orang ini sama seperti saudara sendiri. Mereka agak takut juga karena sedang melarikan diri. Tetapi ketakutan tersebut tidak dapat memadamkan berita sukacita yang mengalir dari hati yang penuh semangat.

3. Peranan Roh Kudus dalam pemberitaan Injil

Roh Kudus merupakan kunci pengertian, apakah sebabnya orang-orang biasa juga dapat memberitakan Injil. Kalau pemberita Injil itu tergantung pada kesanggupan dan tenaga si pemberita Injil sendiri, maka hanya sedikit saja yang dapat menjalankannya. Kebanyakan orang merasa tidak mampu untuk belajar dan melatih diri dalam penginjilan sampai merasa cukup lancar.

Tetapi saudara boleh bersyukur kepada Tuhan bahwa tidaklah demikian halnya. Roh Kudus yang mempunyai peranan utama, dan saudara yang mempunyai peranan pelengkap. Saudara yang pergi, Roh yang melaksanakannya. Yang perlu bagi saudara hanyalah memberitahukan tentang jalan keselamatan kepada orang yang sesat dan Roh Kudus yang akan bekerja untuk meyakinkan dia. Dan kalau orang itu mau menerima Kristus, Roh Kuduslah yang akan mengerjakan mujizat pembaruan didalam batinnya. Dalam penginjilan hanya perlu supaya Injil diberitakan dengan sangat sederhana, serta mengajak orang itu untuk percaya.

 

B. PERSIAPAN ROHANI UNTUK MENJADI PEMBERITA INJIL

1. Saudara harus mengalaminya terlebih dahulu

Dalam mencari jiwa-jiwa, saudara akan menemukan bermacam-macam penyakit rohani. Di kemudian hari, setiap jiwa yang saudara telah perkenalkan kepada Yesus Kristus akan menghadapi bermacam-macam pencobaan dan rintangan yang lain lagi. Orang buta tidak dapat menolong orang buta (Lukas 6:39). Jadi saudara sendirilah yang harus memanfaatkan segala janji Allah dalam hidup saudara. Saudara harus berkemenangan supaya saudara dapat dengan tegas menawarkan pertolongan Yesus kepada orang lain.

Beberapa pemberian rahmat Yesus yang saudara perlu alami adalah:

a. Kelahiran baru. Yohanes 1:12

Kalau saudara sendiri belum diselamatkan menjadi Anak Allah, saudara perlu dilayani, bukan melayani. Kalau kelahiran baru belum saudara alami, betapa baiknya untuk menerima Yesus sekarang karena tak mungkin saudara selamat tanpa pembaharuan itu (Yohanes 3:3, 5; 1:12).

b. Kepastian selamat. 1 Yohanes 5:13

Apakah saudara telah mendapatkan kepastian bahwa dosa-dosa saudara telah diampuni dan bahwa saudara telah memiliki tempat di sorga? Kepastian yang mutlak hanya diperoleh melalui Firman Allah. Kalau Tuhan mengatakan bahwa saudara telah selamat tentu saudara telah selamat (I Yohanes 5:13; Yohanes 5:24; Yohanes 1:12; I Petrus 2:24). Si iblis akan menertawakan segala dasar kepastian yang lain karena dasar-dasar yang lain itu hanyalah khayalan belaka.

c. Kemenangan terhadap godaan .1 Korintus 15:57

Saudara telah disuruh supaya hidup dengan suci serta sempurna (Matius 5:8; 5:48; Roma 6:6). Iblis akan mengusahakan kelakuan yang bukan dengan maksud menodai dan meniadakan kesaksian saudara. Tetapi Iblis itu ompong, ia hanya dapat mengaum saja. Ia tidak berdaya lagi, karena giginya telah tercabut pada salib (I Yohanes 3-8b; Roma 6:14).

Melalui iman terimalah segala rahmat kemenangan yang telah disediakan Yesus (I Korintus 15:57;10:13; Filipi 4:13).

d. Persekutuan dan persaudaraan dalam kasih

Yesus tidak bermaksud supaya saudara hidup dan bertahan seorang diri. Ia telah merencanakan suatu lingkungan khusus demi pertumbuhan iman saudara. Persekutuan itu menggantikan segala kerugian di dunia luar (Markus 10:29,30). Persekutuan dengan Yesus sendiri melalui doa dan Alkitab, dan persekutuan kasih dengan saudara-saudara seiman menjadi sumber penyegaran dan penghiburan bagi saudara dalam dunia yang kering ini.

2. Dipersenjatai oleh Roh Yesus

Bersediakah saudara dilengkapi untuk pekerjaan penginjilan pribadi? Roh Kudus menunggu untuk memberikan pertolongan-Nya atas dasar kerelaan dan ketaatan saudara. Fungsi utama Roh ialah untuk memasyhurkan nama Yesus. Jadi Roh itu hanya memberikan kuasa kepada seseorang yang "rela" dan "taat" memberitakan Injil.

a. Kuasa sebagai saksi

Apakah saudara merasa tidak sanggup meyakinkan orang-orang lain? Sebenarnya hal "meyakinkan" bukanlah urusan saudara melainkan peranan Roh Allah. Menurut janji-janji dalam Firman Tuhan (Kisah 1:8; 2;38,39), saudara dapat diurapi dengan kuasa. Kuasa itu bukanlah sesuatu yang harus saudara tunggu-tunggu seperti rasul Petrus dan rasul Thomas. Mereka disuruh menunggu sampai pada waktunya Roh itu datang, yaitu sampai hari Pentakosta. Pada hari Pentakosta Roh Kudus yang bukan dari dunia, datang menetap di dunia. Sekarang Roh itu ada beserta kita setiap saat. Apalagi Ia telah mendiami anak-anak Allah, dan menunggu kesempatan untuk menyempurnakan mereka.

Kuasa ilahi adalah sesuatu yang dialami "sementara berjalan." Kuasa itu bukanlah milik saudara yang dapat dipegang-pegang dan dirasa terlebih dahulu, melainkan mempunyai maksud tertentu: "kuasa dalam bersaksi" yang tidak terlihat jelas terpisah dari aktivitas pemberitaan Injil. Kuasa itu bukan bagi saudara melainkan bagi kemuliaan Kristus.

b. Pedang Roh

Hanya satu senjata yang diberikan kepada orang-orang percaya untuk menyerang, yaitu Alkitab. Tidak perlu saudara menunggu untuk diperlengkapi dengan Firman Tuhan. Ambil saja dan pakailah!

c. Perlengkapan rohani

Paulus pernah melukiskan perlengkapan rohani yang diperuntukkan bagi kita sebagai persenjataan (Efesus 6:10-20). Perlengkapan ini boleh juga dilukiskan sebagai buah-buah Roh (Galatia 5:22,23; Yohanes 15:1-7). Tujuan Roh Kudus adalah untuk menimbulkan kehidupan dalam kehidupan seseorang buah-buah rohani yang sesuai dengan pemberitaannya. Kalau orang luar melihat Injil yang saudara beritakan itu terwujud dan diperlihatkan dalam kelakuan saudara sehari-hari, pastilah keyakinannya akan bertambah mengenai kebenaran Injil itu. Roh Kudus menginginkan dua jalan bagi pemberitaan Yesus, yaitu: melalui bibir dan melalui kesucian hidup - dalam sifat, sikap dan kehidupan saudara yang melawan segala anak panah iblis itu.

 

C. DISIPLIN ROHANI SEHARI-HARI

Hanya sejauh mana saudara menyediakan diri untuk diperlengkapi, sejauh itu pula Roh Kudus dapat bekerja di dalam diri saudara. Anak-anak Allah yang biasa menginjili telah mengalami bahwa hal-hal yang berikut perlu dilakukan sebagai langkah-langkah penyerahan rohani.

1. Menyelidiki Firman Allah

Secara teratur dan terus menerus. Jangan hanya membaca saja, melainkan renungkan dan bandingkanlah nats dengan nats sampai ajaran-ajaran pokok meresap dan menjadi darah daging saudara ( I Petrus 2:2; Mazmur 119:11-18).

2. Menghafal ayat-ayat

Roh Kudus akan bekerja dalam batas pengetahuan saudara tentang Firman Tuhan. Dalam hal ini saudara seumpama sebuah komputer di mana segala sesuatu yang telah tersimpan di dalamnya dapat diambil kembali oleh Roh Kudus untuk dipergunakan. Makin banyak ayat yang telah terhafalkan, berarti makin banyak pula ayat yang dimiliki oleh Roh Kudus sebagai dalam penginjilan. Menghafal merupakan hal yang penting sekali supaya saudara selalu dapat mengingat kembali letaknya suatu keterangan dari Firman Tuhan.

3. Berdoa

Berikanlah waktu-waktu tertentu pada setiap hari untuk bersekutu dengan Tuhan melalui doa. Jangan terburu-buru, melainkan dalam waktu yang tenang supaya Tuhan berkesempatan berbisik kepada saudara mengenai tugas-tugas yang akan dilaksanakan dan rintangan-rintangan pribadi yang harus diserahkan. Buatlah suatu daftar pokok doa yang penting yang perlu didoakan setiap hari.

(Penginjilan dan Pelayanan Pribadi, W. Stanley Heath: Penerbitan YAKIN, Surabaya)

 

Bacaan Kristen merupakan alat yang sangat penting dalam mendukung tugas misi khususnya misi menjalankan amanat agung atau misi Injili. Berikut kita akan membahas terlebih dahulu latar belakang perkembangan media massa sebagai alat 'penyebaran berita' kepada khalayak umum. Christian literature is significant instrument to support mission course and to fulfill the great commission or evangelical mission. The following will discuss the background and expansion of mass media as tools of "spreading the news" to the general public.

Media massa menunjuk pada berbagai media berbasis teknologi yang menjangkau penonton dan pendengar berskala luas melalui komunikasi massa.Media penyiaran menyampaikan informasi secara elektronik melalui media seperti film, radio, musik rekaman, atau televisi. Media digital terdiri dari Internet dan komunikasi massa mobile/bergerak. Media internet terdiri dari layanan seperti email, situs media sosial, website serta radio dan televisi berbasis internet. Mass media refers to a diverse array of media technologies that reach a large audience via mass communication. Broadcast media transmit information electronically via media such as films, radio, recorded music, or television. Digital media comprises both Internet and mobile mass communication. Internet media comprise such services as email, social media sites, websites, and Internet-based radio and television.

Beberapa media massa lain muncul di website, seperti mentautkan atau menjalankan iklan televisi online, atau mendistribusikan Kode QR di luar ruangan atau media cetak untuk mengarahkan pengguna seluler ke situs web. Dengan cara ini, maka dapat menggunakan aksesibilitas dengan mudah dan kemampuan penjangkauan yang disediakan internet, karena dengan demikian akan mudah untuk menyebarkan informasi ke berbagai wilayah di dunia secara bersamaan dan hemat biaya. Many other mass media outlets have an additional presence on the web, by such means as linking to or running TV ads online, or distributing QR Codes in outdoor or print media to direct mobile users to a website. In this way, they can use the easy accessibility and outreach capabilities the Internet affords, as thereby easily broadcast information throughout many different regions of the world simultaneously and cost-efficiently.

Media cetak menunjukkan informasi melalui objek fisik seperti buku, komik, majalah, koran atau pamflet. Bahkan pengorganisasian acara dan berbicara di depan umum dapat dianggap sebagai bentuk media massa. Organisasi yang mengelola teknologi seperti perusahaan penerbitan, serta stasiun radio dan televisi, juga dikenal sebagai media massa. Print media transmit information via physical objects, such as books, comics, magazines, newspapers, or pamphlets. Event organizing and public speaking can also be considered forms of mass media. The organizations that control these technologies, such as movie studios, publishing companies, and radio and television stations, are also known as the mass media.

Pada akhir abad ke -20 media massa dapat digolongkan menjadi delapan industri media massa yaitu : buku, internet, majalah, film, surat kabar, radio, rekaman, dan televisi. Munculnya teknologi komunikasi digital pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 memunculkan pertanyaan: bentuk media apa yang bisa diklasifikasikan sebagai "media massa"? Sebagai contoh apakah ponsel, game komputer dan video game termasuk dalam definisi tersebut. Pada tahun 2000 an, media massa diklasifikasi dengan sebutan "tujuh media massa". Tujuh media massa itu ialah : Cetak (buku, pamflet, koran, majalah, dll) dimulai akhir abad ke -15; Rekaman (piringan hitam, pita magnetik, kaset, kartrid, CD dan DVD) dimulai akhir abad ke-19; Bioskop dimulai sekitar tahun 1900; Radio dimulai sekitar tahun 1910; Televisi dimulai sekitar tahun 1950; Internet dimulai sejak tahun1990 dan Ponsel dimulai sejak tahun 2000.

In the late 20th century, mass media could be classified into eight mass media industries: books, the Internet, magazines, movies, newspapers, radio, recordings, and television. The explosion of digital communication technology in the late 20th and early 21st centuries made prominent the question: what forms of media should be classified as "mass media"? For example, it is controversial whether to include cell phones, computer games, and video games in the definition. In the 2000s, a classification called the "seven mass media" became popular. In order of introduction, they are: Print(books, pamphlets, newspapers, magazines, etc.) from the late 15th century; Recordings(gramophone records, magnetic tapes, cassettes, cartridges, CDs, and DVDs) from the late 19th century; Cinema from about 1900; Radio from about 1910; Television from about 1950; Internet from about 1990; Mobile phones from about 2000.

Setiap media massa memiliki jenis konten, kreatif, teknisi dan model bisnisnya masing-masing. Sebagai contoh, internet mencakup blog, podcast, situs web, dan berbagai teknologi lain yang dibangun di atas jaringan distribusi umum. Media keenam dan ketujuh internet dan ponsel secara kolektif sering disebut sebagai media digital; dan keempat dan kelima, radio dan TV sebagai media penyiaran.

Each mass medium has its own content types, creative artists, technicians, and business models. For example, the Internet includes blogs, podcasts, web sites, and various other technologies built atop the general distribution network. The sixth and seventh media, Internet and mobile phones, are often referred to collectively as digital media; and the fourth and fifth, radio and TV, as broadcast media. (6)

Menurut John Thompson dalam The Media amd Modernity (1995) di Cambridge University, ia memberikan karakteristik pada komunikasi massa diantaranya: terdiri dari metode produksi dan distribusi teknis dan kelembagaan. Hal ini terbukti sepanjang sejarah media massa, dari cetak hingga internet. Masing-masing cocok untuk keperluan komersial; selain itu bentuk komunikasi "satu ke banyak", di mana "produk" diproduksi secara massal dan disebarluaskan ke sejumlah besar khalayak.

According to John Thompson there are characteristic of mass communication such as: Comprises both technical and institutional methods of production and distribution" – This is evident throughout the history of mass media, from print to the Internet, each suitable for commercial utility; also "information distribution" – a "one to many" form of communication, whereby products are mass-produced and disseminated to a great quantity of audiences.

Sejarah media massa dapat ditelusuri kembali ke masa ketika drama dipertunjukkan di berbagai budaya kuno. Ini adalah pertama kalinya suatu bentuk media disiarkan ke khalayak yang lebih luas. Buku cetak bertanggal pertama yang dikenal adalah "Diamond Sutra" dicetak di Cina pada tahun 868 M, meskipun jelas bahwa buku-buku tersebut di cetak lebih awal. Tanah liat jenis yang ditemukan tahun 1041 di Cina, Namun karena penyebaran literasi yang lambat di Cina dan biaya kertas yang tinggi, medai massa cetak paling awal kemungknan adalah cetakan populer Eropa dari sekitar tahun 1400. Meskipun ini diproduksi dalam jumlah besar, sangat sedikit contoh awal yang dapat bertahan, dan bahkan sebagian besar yang diketahui dicetak sebelum sekitar tahun 1600, tidak bertahan. Istilah "media massa" diciptakan dengan dimulainya media cetak, yang terkenal sebagai contoh pertama media masaa, seperti yang digunakan sekarang. Bentuk media ini dimulai di Eropa pada abad pertengahan.

The history of mass media can be traced back to the days when dramas were performed in various ancient cultures. This was the first time when a form of media was "broadcast" to a wider audience. The first dated printed book known is the "Diamond Sutra", printed in China in 868 AD, although it is clear that books were printed earlier. Movable clay type was invented in 1041 in China. However, due to the slow spread of literacy to the masses in China, and the relatively high cost of paper there, the earliest printed mass-medium was probably European popular prints from about 1400. Although these were produced in huge numbers, very few early examples survive, and even most known to be printed before about 1600 have not survived. The term "mass media" was coined with the creation of print media, which is notable for being the first example of mass media, as we use the term today. This form of media started in Europe in the Middle Ages.

Penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg mewujudkan terjadinya produksi massal buku secara nasional. Ia mencetak buku pertama yaitu Alkitab Latin, pada tahun 1453. Penemuan mesin cetak ini telah memunculkan bentuk komunikasi massa yang pertama, yaitu penerbitan buku dan surat kabar dalam skala besar. Lebih besar dari yang sebelumnya, penemuan ini juga mengubah cara dunia menerima bahan cetakan. Surat Kabar berkembang dari sekitar tahun 1612, edisi dalam bahasa Inggris pada tahun1620 hingga akhirnya abad ke-19 surat kabar menjangkau khalayak yang lebih luas lagi. Surat kabar bersikulasi tinggi pertama muncul di London pada awal tahun 1800 an seperti The Times. Hal itu dapat terwujud oleh adanya penemuan mesin cetak uap berkecepatan tinggi, serta infrastruktur rel kereta api yang dapat mendistribusikan ke berbagai wilayah.

Johannes Gutenberg's invention of the printing press allowed the mass production of books to sweep the nation. He printed the first book, a Latin Bible, on a printing press with movable type in 1453. The invention of the printing press gave rise to some of the first forms of mass communication, by enabling the publication of books and newspapers on a scale much larger than was previously possible. The invention also transformed the way the world received printed materials, although books remained too expensive really to be called a mass-medium for at least a century after that. Newspapers developed from about 1612, with the first example in English in 1620;but they took until the 19th century to reach a mass-audience directly. The first high-circulation newspapers arose in London in the early 1800s, such as The Times, and were made possible by the invention of high-speed rotary steam printing presses, and railroads which allowed large-scale distribution over wide geographical areas. The increase in circulation, however, led to a decline in feedback and interactivity from the readership, making newspapers a more one-way medium.

Istilah media mulai digunakan pada tahun 1920 an. Pengertian media massa pada umumnya terbatas pada media cetak sampai dengan pasca Perang Dunia kedua, ketika radio, televisi dan video diperkenalkan. Sarana audio visual menjadi sangat populer, karena menyediakan informasi dan hiburan, karena warna dan suaranya menarik perhatian penonton dan pendengar, dan lebih mudah bagi masyarakat umum untuk secara pasif menonton TV atau mendengarkan radio daripada membaca secara aktif. Belakangan ini Internet menjadi media massa terkini dan terpopuler. Informasi telah tersedia melalui situs web dan mudah diakses melalui mesin pencari (search engine). Seseorang dapat melakukan banyak aktivitas pada saat yang sama, sepert bermain game, mendengarkan musik, dan jejaring sosial, terlepas dari lokasinya. Sementara bentuk media massa dibatasi pada jenis informasi yang ditawarkan. Internet merupakan persentase besar dari jumlah pengetahuan manusia melalui hal seperti Google Book. Media massa modern meliputi Internet, telepon seluler, blog, podcast.

The phrase "the media" began to be used in the 1920s. The notion of "mass media" was generally restricted to print media up until the post-Second World War, when radio, television and video were introduced. The audio-visual facilities became very popular, because they provided both information and entertainment, because the colour and sound engaged the viewers/listeners and because it was easier for the general public to passively watch TV or listen to the radio than to actively read. Internet become the latest and most popular mass medium. Information has become readily available through websites, and easily accessible through search engines. One can do many activities at the same time, such as playing games, listening to music, and social networking, irrespective of location. Whilst other forms of mass media are restricted in the type of information they can offer, the internet comprises a large percentage of the sum of human knowledge through such things as Google Books. Modern day mass media includes the internet, mobile phones, blogs, podcasts'

Buku sebagai media cetak dan internet sebagai media digital akan dibahas selanjutnya sebagai bagian dari bentuk media massa yang populer saat ini.